Gubernur BI: 22 bank implementasikan BI-Fast pada pekan kedua Desember

Kepesertaan BI-Fast terbuka bagi bank, lembaga selain bank (LSB), dan pihak lain, sepanjang memenuhi kriteria umum dan khusus yang telah ditetapkan

Jakarta (ANTARA) – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sebanyak 22 calon peserta akan mengimplementasikan sistem transfer online antarbank secara real time atau BI Fast pada pekan kedua Desember 2021.

“Pada tahap pertama, kami menetapkan 22 calon peserta pada Desember ini dan 22 calon peserta tahap ke-2 pada Januari,” katanya dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat.

Perry menyampaikan BI-Fast merupakan infrastruktur SP ritel yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen dan kanal pembayaran yang dapat dilakukan secara real time dan 24/7. Untuk kepesertaan, BI akan terus mengkaji kepesertaan setiap enam minggu, sehingga nantinya jumlah perbankan maupun nonperbankan yang bergabung dalam BI-Fast akan semakin banyak.

“Kepesertaan BI-Fast terbuka bagi bank, lembaga selain bank (LSB), dan pihak lain, sepanjang memenuhi kriteria umum dan khusus yang telah ditetapkan,” ujar Perry.

Ia memaparkan peserta BI-Fast harus memenuhi antara lain aspek kelembagaan, kinerja keuangan, dan kapabilitas sistem informasi.

Calon Peserta yang akan on boarding harus memenuhi kriteria champion in readiness, antara lain mencakup aspek people, process, dan technology.

“Peserta juga harus memenuhi kriteria 3C yaitu contribution terhadap EKD, capability atau kemampuan permodalan dan likuiditas, serta collaboration atau dukungan terhadap kebijakan BI ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut Perry menjelaskan BI-Fast hadir untuk menjawab kekurangan layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat karena dibatasi oleh waktu layanan (sesuai window time), dana efektif yang belum real-time dan keterbatasan kanal pembayaran yang pada akhirnya mengurangi kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi secara nontunai.

👉 TRENDING  Pemerintah tetapkan hasil penjualan ORI020 sebesar Rp15 triliun

Pada tahap awal, layanan BI-Fast dapat diakses melalui kanal mobile/internet maupun counter. Namun, ke depan BI-Fast akan dikembangkan juga untuk transaksi melalui kanal lainnya seperti QRIS, ATM, dan EDC. Fitur BI-Fast antara lain operasional setiap saat (24/7), dana diterima secara realtime oleh nasabah dan bank, melayani transfer kredit (push) dan debit (pull), dapat menggunakan proxy address seperti nomor handphone dan email sebagai pengganti nomor rekening, notifikasi kepada nasabah secara otomatis, fraud detection system dan sistem Anti Money Laundering/Combating the Financing of Terrorism (AML/CFT). Adapun rincian 22 nama calon peserta yang akan menerapkan BI-Fast pada minggu kedua Desember 2021 adalah:

1. Bank Tabungan Negara

2. Bank DBS Indonesia

3. Bank Permata

4. Bank Mandiri

5. Bank Danamon Indonesia

6. Bank CIMB Niaga

7. Bank Central Asia

8. Bank HSBC Indonesia

9. Bank UOB Indonesia

10. Bank Mega

11. Bank Negara Indonesia

12. Bank Syariah Indonesia

13. Bank Rakyat Indonesia

14. Bank OCBC NISP

15. Bank Tabungan Negara UUS

16. Bank Permata UUS

17. Bank CIMB Niaga UUS

18. Bank Danamon Indonesia UUS

19. Bank BCA Syariah

20. Bank Sinarmas

21. Bank Citibank NA

22. Bank Woori Saudara Indonesia

Baca juga: BI: Digitalisasi keuangan faktor penting akselerasi pemulihan ekonomi

Baca juga: BI gelontor likuiditas di perbankan Rp129,92 triliun sejak awal 2021

Baca juga: BI implementasikan BI Fast mulai pekan kedua Desember 2021

 

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Kelik Dewanto

👉 TRENDING  Rupiah berpotensi melemah, tertekan kekhawatiran melambatnya ekonomi

Sumber artikel www.antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *