Menko Luhut: Protokol “bubble” RI di KTT G20 diapresiasi banyak negara

Bubble untuk G20 ini saya dapat laporan itu sangat disenangi oleh berbagai negara

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penerapan protokol kesehatan bubble dari Indonesia selama rangkaian jalur sherpa dan finansial Presidensi G20 mendapat banyak apresiasi dari banyak negara.

Bubble untuk G20 ini saya dapat laporan itu sangat disenangi oleh berbagai negara,” kata Menko Luhut saat konferensi pers daring dipantau di Youtube Sekretariat Presiden, Jakarta, Senin.

Protokol bubble merupakan pembatasan mobilitas dan interaksi peserta dan penyelenggara acara agar tidak meninggalkan lokasi acara tersebut, sehingga meminimalisir kontak dengan pihak luar. Protokol bubble kini kerap digunakan dalam acara-acara langsung tatap muka di berbagai belahan dunia untuk memitigasi penyebaran COVID-19.

Menko Luhut mengatakan kementerian/lembaga termasuk Bank Indonesia, yang menjadi panitia dalam jalur sherpa (sherpa track) dan finansial (financial track) G20 menghadirkan banyak UMKM dalam bubble.

Baca juga: Luhut sebut tengah negosiasi dengan beberapa negara buka travel bubble

Baca juga: Kesuksesan KTT G20 bakal buka peluang investasi dan pariwisata RI

Para delegasi dari berbagai negara G20 banyak yang berbelanja produk UMKM Indonesia, seperti kopi, kain batik, maupun produk ciri khas lain dari daerah-daerah di Nusantara.

“Bagus promosinya, dan juga membuktikan mereka menghargai bubble kita, dan mereka apresiasi dengan itu,” ujar Menko Luhut.

Managing Director atau Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Pangestu, kata Luhut, turut memberikan apresiasinya atas kesigapan panitia menerapkan protokol kesehatan.

“Saya cek ke Mari Pangestu, mereka sangat apresiasi langkah Indonesia, dan ini hidupkan UMKM kita,” ujar Menko Luhut.

Untuk diketahui, Indonesia selaku pemegang Presidensi G20, pada pekan lalu atau 6 Desember 2021 sudah memulai dua jalur pembahasan isu G20 yakni Financial Track dan Sherpa Track. Berbagai pertemuan secara daring, dan juga secara langsung tatap muka dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

👉 TRENDING  Komut Inalum Doni Monardo tinjau reklamasi bekas tambang timah Bangka

Adapun G20 adalah forum global yang terdiri dari 19 negara dan satu Uni Eropa (UE) yang mencakup 60 persen populasi dunia, dan menyumbang 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, serta 75 persen ekspor dunia. Indonesia memegang Presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022, meneruskan estafet keketuaan dari Italia.

Baca juga: Pemerintah pastikan delegasi G20 gunakan jalur penerbangan khusus

Baca juga: LPS: Presidensi G20 momen tingkatkan kualitas sebagai lembaga penjamin

 

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah

Sumber artikel www.antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *