Ekonom: G20 ajang ambil inisiatif pengembangan ekonomi syariah

Terutama dengan posisi sebagai presidensi, Indonesia itu bisa kita melihat lebih banyak peluang yang ada, bisa mengambil inisiatif, melakukan kerja sama dan macam-macam

Jakarta (ANTARA) – Ekonom Syariah Direktur IDEAS (Indonesia Development and Islamic Studies) Yusuf Wibisono berpendapat Presidensi G20 Indonesia menjadi ajang yang tepat untuk mengambil berbagai inisiatif untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

“Terutama dengan posisi sebagai presidensi, Indonesia itu bisa kita melihat lebih banyak peluang yang ada, bisa mengambil inisiatif, melakukan kerja sama dan macam-macam,” kata Yusuf saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Yusuf menyebut potensi pendapatan dan pasar ekonomi syariah di Indonesia sangat besar, terutama dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia yang mencapai 220 juta orang. Selain itu, gaya hidup syariah juga semakin berkembang di kalangan anak muda.

“Kalau bicara potensi, kita terbesar, tapi kalau cuma potensi selamanya tidak akan bisa dilihat hasilnya. Ini butuh diseriuskan, butuh dieksploitasi dan dikembangkan,” ujarnya.

Kendati demikian, ia berpendapat ketersediaan produk-produk halal di tingkat global masih sangat terbatas sehingga menghambat perkembangan keuangan dan ekonomi syariah. Untuk Indonesia sendiri, lanjutnya, peluang industri halal menjadi pasar yang bagus untuk dikembangkan seperti makanan, minuman, kosmetik hingga pariwisata halal.

“Untuk ekspor daging halal ke Arab ketika musim haji, itu bukan kita padahal kita negara muslim terbesar. Belum lagi industri perbankan syariah kita yang masih tertinggal,” tuturnya.

Jika Indonesia mempunyai visi yang kuat untuk menembus ekonomi dan keuangan syariah, lanjutnya, dampaknya akan sangat luar biasa dampak bagi Indonesia namun masyarakat dunia juga akan mendapat manfaat dari peningkatan konsumsi produk-produk halal.

Sejauh ini, ia berpendapat pemerintah belum serius mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Ia pun mencontohkan merger tiga bank syariah menjadi Bank Syariah Indonesia yang tidak mendapatkan sokongan dana tambahan. Selain itu, negara-negara non muslim seperti Thailand, menurutnya lebih serius dalam mengembangkan industri halal.

👉 TRENDING  BI: Transaksi LCS RI-Jepang naik 10 kali lipat hingga 109,4 juta dolar

Ia pun menyarankan pemerintah untuk memanfaatkan forum G20 mendorong peran ekonomi syariah dengan cara meningkatkan kebijakan afirmatif terhadap ekonomi syariah.

“Setelah ada kebijakan afirmatif yang kuat baru kita bicara ekosistem ekonomi syariah,” kata dia.

Baca juga: Erick Thohir: Ekonomi syariah RI harus jadi terbesar di dunia

Baca juga: Teten: Bisnis pesantren dapat jadi tulang punggung ekonomi syariah RI

Baca juga: Kementerian Keuangan ajak generasi muda pelajari ekonomi syariah


 

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber artikel www.antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *