Total aset Bank BJB kuartal tiga 2021 capai Rp159,3 triliun

Bandung (ANTARA) – Total nilai aset yang dimiliki oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk atau Bank BJB tumbuh sebesar 7,9 persen year on year (y-o-y) atau menjadi Rp159,3 triliun memasuki kuartal ke-tiga di tahun 2021.

“Di tahun kedua Indonesia bergelut dengan pandemi COVID-19 ini, Bank BJB sanggup mempertahankan kinerja positif yang secara istimewa telah ditorehkan perusahaan. Catatan positif yang berhasil dicatatkan Bank BJB ini seiring sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang bergerak positif,” kata Direktur Utama Bank BJB dalam acara Analyst Meeting Triwulan 3 2021 dan Public Expose Bank BJB 2021, di Bandung, Selasa.

Menurut dia, pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan terus diperlihatkan oleh Bank BJB sepanjang tahun 2021.

Di tahun kedua Indonesia bergelut dengan pandemi COVID-19 ini, bank ini sanggup mempertahankan kinerja positif yang secara istimewa telah ditorehkan perusahaan

Kendati situasi pandemi masih menunjukkan ketidakpastian, kata Yuddy, Bank BJB dengan gerak cepat melalui serangkaian strategi inovasi sanggup mengonversi tantangan yang dihadapi dalam segala lini usaha menjadi peluang untuk tetap bertumbuh.

Tren yang menggembirakan ini juga tidak lepas dari soliditas internal dan kerja sama yang berorientasi kemitraan dengan semanagat untuk bertumbuh maju bersama para mitra sehingga kepercayaan publik terhadap Bank BJB semakin menguat beriringan dengan pertumbuhan usaha.

Hal ini, kata dia, membuktikan bahwa Bank BJB merupakan perusahaan yang adaptif dan agile dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan.

Ia mengatakan kinerja positif perusahaan ini merupakan bekal yang sangat penting bagi Bank BJB dalam menjaga ritme ekspansi yang terus melangkah maju.

Di sisi lain, hal ini juga mencerminkan citra positif perusahaan yang senantiasa terjaga dengan baik seiring dengan semakin bertumbuh besarnya harapan publik terhadap Bank BJB sebagai mitra usaha untuk berkembang dan bertumbuh bersama.

Berdasarkan catatan resmi perseroan, Bank BJB berhasil membubuhkan laba bersih Rp1,4 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara year on year.

Sektor kredit yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan laba tumbuh 6,9 persen y-o-y, berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional data per Juli 2021 yaitu sebesar 2,21 persen, dengan total jumlah kredit yang disalurkan mencapai sebesar Rp95,1 triliun.

Tingkat risiko dapat terkelola dengan baik yang mencerminkan terjaganya kualitas penyaluran kredit perusahaan dengan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) di angka 1,3 persen, jauh dari angka rata-rata NPL bank nasional berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2021 yakni 3,35 persen.

Di samping kinerja secara finansial, Bank BJB juga concern terhadap bisnis yang berkelanjutan dengan senantiasa memperhatikan aspek-aspek Environment, Social dan Governance.

Mengacu pada POJK 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik juga sebagai salah satu Indonesia First Movers on Sustainable Banking, Bank BJB juga berkomitmen untuk melangkah satu demi satu untuk menjadi perbankan yang sustainable.

Dari aspek pembiayaan kami memiliki portofolio berkelanjutan yang disalurkan pada sektor UMKM, transportasi ramah lingkungan, energi terbarukan, pencegahan polusi, dan sustainable sector lainnya.

Dari sisi inklusi kami memiliki Pesat atau Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu yang merupakan pusat dari pembentukan wirausaha baru.

Di masa pandemi kegiatan sosial gencar dilakukan baik untuk penghimpunan dana di lingkungan pegawai untuk disalurkan melalui kegiatan sosial maupun vaksinasi yang sampai dengan saat ini 93 persen pegawai telah di vaksinasi.

Selain itum Bank BJB juga mendorong pengurangan penggunaan kertas baik lingkungan bank sendiri maupun Pemerintah Daerah sebagai strategic partner bank bjb melalui penyediaan berbagai aplikasi seperti SP2D online, pembayaran pajak secara elektronik.

Secara tata Kelola Bank BJB saat ini menuju standar ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), memiliki Unit Pengendalian Gratifikasi yang bekerjasama dengan KPK sejak tahun 2011, Whistle Blowing System (WBS) yang dapat diakses publik via website dan Fraud Detection System.

 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Adi Lazuardi

Sumber artikel www.antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *