Saham Inggris rugi hari kedua, indeks FTSE 100 terpangkas 1,39 persen

London (ANTARA) – Saham-saham Inggris kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat waktu setempat (22/4/2022), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terpangkas 1,39 persen atau 106,27 poin menjadi 7.521,68 poin.

Indeks FTSE 100 terkikis 0,02 persen atau 1,27 poin menjadi 7.627,95 poin pada Kamis (21/4/2022), setelah terkerek 0,37 persen atau 27,94 poin menjadi 7.629,22 poin pada Rabu (20/4/2022), dan jatuh 0,20 persen atau 15,10 poin menjadi 7.601,28 poin pada Selasa (19/4/2022).

Saham ​​​​​​Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terperosok 12,59 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan operator toko pengecer diskon barang dagangan umum B&M European Value Retail SA yang anjlok 6,07 persen, serta perusahaan pertambangan multinasional yang tercatat di Inggris Anglo American PLC merosot 5,94 persen.

Sementara itu, saham Polymetal International PLC, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia melambung 8,00 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan yang menyediakan manajemen fasilitas terintegrasi penuh dan layanan dukungan penting bagi pemerintah dan sektor komersial Rentokil Initial PLC yang menguat 1,98 persen, serta perusahaan perangkat lunak keamanan siber Avast PLC naik 1,61 persen.

Baca juga: Saham Inggris berbalik melemah, indeks FTSE 100 terkikis 0,02 persen

Baca juga: Saham Inggris ditutup menguat, indeks FTSE 100 terkerek 0,37 persen

Baca juga: Saham Inggris ditutup lebih rendah, indeks FTSE 100 jatuh 0,20 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

👉 TRENDING  Saham Australia dibuka menguat didorong sektor keuangan dan energi

Sumber artikel www.antaranews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *